Minggu, 18 Februari 2024

Kapan Malam Nisfu Syaban 1445 H? Ini Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban dan Niat Puasa

 

Foto: Yandigsa


 

YANDIGSA.COM – Malam Nisfu Sya'ban adalah momen penting dalam kalender Islam yang sering dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan ibadah, introspeksi, dan doa.

Pada malam tersebut, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai amalan saleh.

Salah satu tradisi yang lazim dilakukan adalah membaca doa-doa khusus yang dipercayai memiliki keutamaan dan keberkahan.


Dalam tradisi Islam, malam Nisfu Sya'ban dianggap sebagai malam di mana Allah SWT menetapkan takdir bagi seluruh makhluk-Nya untuk setahun mendatang.

Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk memperbanyak amal ibadah, bertobat, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Doa-doa khusus seperti doa tobat, doa pengampunan, doa perlindungan, serta doa untuk memohon kebaikan dan kelancaran dalam hidup seringkali dibaca dengan penuh kekhusyukan.

Selain doa-doa khusus, malam Nisfu Sya'ban juga menjadi momentum untuk melakukan dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Umat Islam dipersilakan untuk menggunakan malam tersebut sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta merenungkan makna kehidupan dan tujuan penciptaan manusia.

Dengan tulus ikhlas dan penuh keimanan, umat Islam berdoa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa masa lalu, memberkahi langkah-langkah ke depan, serta memberikan hidayah dan petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Malam Nisfu Sya'ban memang sebuah momentum berharga yang diisi dengan doa dan harapan, serta kesempatan untuk memperbaiki diri menuju kebaikan dan keberkahan yang lebih besar.

Jika dihitung dari awal bulan Syaban 1445 H dalam kalender masehi yang dimulai pada 11 Februari 2024, artinya nisfu Syaban jatuh pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2024.

Sedangkan pelaksanaan malam nisfu Syaban dilakukan pada hari Sabtu tanggal  24 Februari 2024 dan pada malam tersebutlah biasanya kaum muslimin membaca doa malam nisfu Syaban dan melakukan puasa sunnah.

Berikut niat puasa sunnah nisfu Syaban:

Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adai sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

 

Arti: Saya niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah Ta'ala.

 

Rasulullah SAW bersabda:

"Bulan Syakban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR. An Nasa'i, dinilai hasan oleh Al Albani).

 

Dilansir yandigsa.com dari Kemenag.go.id, berikut bacaan doa malam nisfu Syaban lengkap tulisan Arab, latin, dan arti bahasa Indonesia:

 

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

 

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

 

Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

 

Demikian informasi pelaksanakan malam nisfu Syaban 1444 H pada bulan Februari 2024.***

Sumber: Kemenag

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar