Pages

Kamis, 22 September 2016

Puisi Lama Yandigsa



satu jiwa untuk dia (tentang gaza)

kusematkan seribu cahaya untuk engkau yang terkasih
biar terangnya menyelimutimu dalam damai-Nya
walau hujanan mesiu memerah di langit Gaza
kaulah pejuang tak terbantah

perang ini bukan akhir perjuangan
melainkan awal kemenangan
diantara jiwa-jiwa yang tergadai
demi surga yang di gapai

bangkit wahai jiwa pemberani
satukan jiwa untuk dia yang merana
di jalur ini teriakkan lantang membahana
"wahai Gaza kubebaskan engkau dari derita"

satu jiwa untuk dia
terangkum cahaya putih
berhamburan malaikat-malaikat rahmah
memungut jiwa-jiwa semerbak.

Kalianda, 27 Januari 2008

























Hadiah Langit

Telah tersemat di jari manis
sebuah cincin terbuat dari rembulan dan matahari
yang meleburkan diri dengan ikhlas
tanda sayang dan cinta mayapada

Dua puluh tujuh bintang berbinar indah
bertabur harap dari mimpi kelahiran setelah turun dari langit
dan ketika bermain, bercanda dengan malaikat di rahim bunda
lalu keputusan dijalankan demi kehidupan cinta dan penghasilan

Riuh rendah tepuk kepak sayap serta taburan bunga kesturi semerbak
ditaman khayal melepas segala resah yang membebani diri hingga menyatu dengan nyata
sinar ini telah pun menyebar dalam labirin hati yang gelap
hingga perjalanan ini tak lagi tertatih

Hari ini dua puluh tujuh kesaksian telah dijalankan
ketika tanda ini berbait suci dalam perut bunda
anggukan ini adalah rasa setuju dengan segala hal yang kan di hadapi di luar
perjalanan demi perjalanan terus berulang di waktu dua puluh tujuh

dua puluh tujuh bintang menghias cincin matahari dan rembulan
sebagai hadiah langit demi hari jadi ketika pertama kali suara
meneriakkan tangisan bahagia melihat cahaya
diiringi alunan adzan dan iqomah yang suci

anular ini cincin hadiah langit
dihari jadi dua puluh tujuh

By : Yandigsa
Bandar Lampung - Kalianda, 28 Januari 2009
Ulang Tahunku yg ke 27
















Sebutir Diri

Hari ini aku alpa atau lupa, aku tak tahu
kebaikan, kejahatan dalam diri atau pikiran yang aku kerjakan
berharap jadi sesuatu yang entah tak bisa aku bayangkan
menjadi indah atau merusak keindahan yang telah tercipta

aku ini sebutir diri yang melesat cepat
dari senjata kehidupan
hingga meledak dalam perut bumi dan menghujam
menjadi serpihan - serpihan yang pecah tak terbagi


aku ini sebutir diri dari ribuan kerikil kehidupan
yang tergabung dalam kelompok bernama manusia
baik, jahat, bahagia, sengsara dalam lingkungan
mengeja diri jadi hamba yang terpapaki

sebutir diri dalam resah berbalut harap
menunggu ledakan dahsyat merubah
menjadi bukit kehidupan menggapai segala
dari seribu keinginan yang meratap

Kalianda, 250209
By : Yandigsa

6 komentar:

Featured Post

Banana Foster Lampung Kembangkan Sayap Menjadi Pusat Oleh-oleh Di Lampung

Setelah Launching perdana pada 10 Juni 2017, setalah setahun menjajaki bisnis di Lampung dengan mengeluarkan makanan khas yang terbuat d...