Pages

Minggu, 18 Desember 2016

Mengenal Sosok Tri Lego Indah

Mengenal Sosok Tri Lego Indah


Lupa awal kenal Tri Lego Indah dimana, mungkin di Forum Lingkar Pena atau mungkin di media social facebook. Entahlah, yang jelas dulu saya dan beliau tergabung dalam satu komunitas yang berisi orang-orang yang cinta akan dunia literasi baik membaca maupun menulis. Kami tergabung dalam Leutika Reading Society. Dalam wadah ini kami sering bertukar pikiran dan pengalaman dalan dunia tulis menulis dan membicarakan buku apa yang sedang digandrungi oleh pembaca.

Rabu, 09 November 2016

Membeli Buku Dengan Cara Kredit


Membeli Buku Dengan Cara Kredit.


Kita semua sudah paham bahwa membaca adalah jendela dunia. Membaca sebagai aktivitas yang bermanfaat mengetahui berbagai macam hal. Membaca dapat kita lakukan dengan berbagai macam alat baca, salah satunya adalah membaca buku.

Ketika saya masih duduk di bangku perkulihan, membaca buku adalah hal yang paling wajib dilakukan. Mengingat tugas perkulihan sangatlah banyak membutuhkan berbagai macam referensi yang perlu dibaca sebagai bahan penunjang. Saya sering sekali mengunjungi perpustakaan kampus tempat saya menimba ilmu. Selain itu, saya pun terkadang menyempatkan diri membaca buku-buku yang saya perlukan di kampus lain atau ke perpustakaan daerah.

Karena keterbatasan dana yang saya miliki sebagai mahasiswa yang uangnya jauh dari kata cukup, untuk membeli buku pada saat itu adalah hal yang sangat sulit saya lakukan. Ada kisah menarik yang terjadi antara saya dan buku. Dulu ada toko buku (saya lupa nama toko bukunya) di daerah Jl. Cengkeh, Raja Basa, Bandar Lampung, tepatnya di komplek Pondok Pesantren Mahasiswa Darul Hikmah. Nah di toko buku tersebut yang di kelola oleh salah seorang ikhwah (Lagi-lagi saya lupa nama akhi tersebut) yang bila bertemu saya pasti masih ingat, memberikan kemudahan kepada mahasiswa miskin seperti saya apabila ingin memiliki buku bacaan bisa dibeli secara kredit.

Nah tawaran yang sangat menarik ini disambut antusias oleh banyak pelanggan toko bukunya tersebut, termasuk saya. Waktu itu saya kredit beberapa buku bacaan, termasuk di dalamnya adalah novel Ayat-ayat Cinta dan Kumpulan Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi. Dulu novel itu belumlah terdapat stempel Best Seller di cover depan bukunya. Disinilah saya mulai menyukai novel-novel religi. Waktu itu, dengan membaca novel religi saya mempunyai pengetahuan keislaman dengan cara yang berbeda yaitu membaca sebuah novel.

Lain halnya ketika saya membaca buku kumpulan cerpen berjudul Ketika Mas Gagah Pergi. Waktu itu hati saya sedang gundah gulana, betapa tidak, keinginan untuk mengenyam pendidikan islam disalah satu pondok mahasiswa yang ada di Bandar Lampung secara gratis alias mendapat bea siswa kandas. Saya tidak lolos ujian masuk.

Dengan berat hati, saya mengepak baju-baju saya dan pulang kampung.  Dalam perjalanan pulang, di dalam bus saya membaca kumpulan cerpen, tepat membaca cerpen yang berjudul Ketika Mas Gagah Pergi sampai selesai, air mata saya menderas tanpa bisa saya bendung.

“Kenapa dek koq nangis sesegukkan?”
“Habis kabur dari rumah yah?”


Seorang bapak yang tepat duduknya di depan saya bertanya ketika saya menangis sesegukkan. Bapak tersebut berpikir, mungkin saya menangis akibat diusir oleh orang tua. Saya hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaannya. Saya pandangi diri saya yang menggendong tas ransel dan pakaian kucel yang saya kenakan. Mungkin memamang terlihat seperti orang yang akan kabur dari rumah.

Kotabumi, 10 November 2016

Minggu, 06 November 2016

PUISI : TAHTA BERDARAH

Tahta Berdarah



Gerbong kereta ini hendak kemana bila aku terpaksa menemui kalian?
Mungkin itu ucapmu dalam hati ketika kami datang bertandang ke rumah tuan
Jangan takut, hati kami putih bersih seperti baju kami
Jadi jangan takut tuan

Di gerbang istanamu, kami mengetuk tuan. Dengan damai
Tapi kau berlari diantara gerbong kereta api
Ini perlu ditinjau dan di awasi, katamu
Lantas kamu tega tinggalkan kami?

Apakah tuan masih terus menyimpan api? Hati-hati tuan, tamumu tak minta makan.
Bahkan dari penjuru nusantara memberikan semua yang mereka punya buat kami
Apalagi hanya sekedar makanan
Jadi kami tidak ingin kau jamu di meja makan istanamu yang megah seperti tamu yang lain

Malam semakin larut, kau tak jua menemui kami
Sejuta ummat menunggumu dengan sabar, tetapi apa yang kami terima?
Tetiba air menghujani kami, pedih, pedih sekali
Jangan nodai mata kami, muliakanlah tamumu, tuan.

Kami memilih tuan, karena kami percaya
Di tangan tuan, nusantara akan maju menjadi negeri baldatun toyyibah
Dengan ikhlas hati kami memilih tuan
Kursimu adalah tubuh-tubuh kami. Jangan goreskan luka di hati kami, tuan.

4 november kami bertamu dengan damai ke rumah tuan. Satu juta terkumpul ini adalah mata hati rakyat. Bukan harimau yang hendak mencari daging segar. Mungkin tuan, juga teman tuan dan rekan-rekannya tertawa jumawa melihat layar kaca. Kami disini berdzikir bersama menyebut Asmaul Husna

Aroma tubuh kami adalah tindakan dan sapaan lembut demi tegaknya keadilan
Jangan bermain darah, karena darah kami adalah darah pejuang negara ini. Kami bersatu dalam damai, kami cinta kedamaian. Tetapi kami tidak tahu menahu bila mungkin bala tentara tuan menaruh tungku di bawah darah kami

Kotabumi, 4 - 7 November 2016
foto diambil dari http://jateng.tribunnews.com/2016/11/06/aksi-4-november-dan-kerusuhan-penjaringan-tidak-saling-terkait
 

Sabtu, 29 Oktober 2016

Rinduku Pada Kota

Bising kendaraaan seperti suara resahku tentang kota ini, hati nurani tergadai uang
Rumahrumah tersusun berkotakkotak dengan berbagai syarat huni

Duhai ibukotaku merana
Tak lagi damai
Kotornya demokrasi kian resah
Seperti sekawanan burung bangkai
Berebut daging busuk

Tuhan adakah nurani bercahaya
Akan mengembalikan wajah kotaku
Penuh kedamaian dalam wadah persatuan
Di rindukan

Bandar Lampung, 29 Oktober 2016

Senin, 24 Oktober 2016

Heni Puspita Menjadikan Blog Sebagai Media Menulisnya

Heni Puspita Menjadikan Blog Sebagai Media Menulisnya

Awal kenalan dengan Mba Heni Puspita adalah ketika aku mengikuti acara yang di adakan oleh JNE dan Tapis Blogger di Hotel Horison, Bandar Lampung. Selepas acara ngeblog bareng JNE, kami semua sempat foto-foto dan saling mensupport satu sama lain.

Silaturahmi kami tetap berjalan meski hanya melalui group wa atau media sosial. Kami semua tergabung dalam satu komunitas yang bernama Tapis Blogger, dimana anggotanya adalah orang-orang yang konsen menulis di blog. Baik blog yang gratisan maupun blog yang berbayar.

Berikut petikkan obrolanku dengan Mba Heni, pemilik blog www.henipuspita.net via media sosial



Apa yang menjadi alasan mba heni untuk menulis?

Awalnya adalah mempunyai blog, di bloglah aku mencoba dan melatih diri menulis dalam bahasa inggris. Aku ingin mengasah kemampuan bahasa inggrisku dengan cara menuliskannya di blog meski kini blog itu sudah almarhum.

Apa alasan menulis dalam blog?

Alasan utamanya adalah karena ingin berbagi banyak hal yang bermanfaat bagi siapa saja yang membaca blogku. Era digital saat ini memungkinkan banyak orang dengan mudah mengakses apa pun yang mereka ingin tahu. Hal itu juga aku lakukkan, misalnya cari resep makanan, ide kegiatan anak, info parenting, tempat wisata dan banyak hal lagi yang bias kita cari. Harapanku adalah apa yang aku tulis juga kelak bermanfaat untuk orang lain.

Apa yang menjadi motivasi mba heni dalam menulis?

Aku salut dengan teman-teman sesame blogger yang konsisten mengisi blognya, bahkan sampai ada yang usia blognya sudah 10 tahunan. Suka sekali melihat arsip blog mereka dari tahun ke tahun. Dengan menuliskannya ke dalam blog, kita seperti melihat perjalanan hidup kita dari waktu kewaktu dan menjadi kenangan yang tak ternilai dengan apa pun. Artinya kapan pun kita rindu dengan sesuatu yang pernah kita lakukan sebelumnya, kita bias membuka kembali memori atau moment indah tersebut dalam blog yang kita tulis.

Apakah ngeblog hanya untuk menulis atau bagaimana mba?

Sejatinya sih, ngeblog tempat menyalurkan hobi menulis sebagai arsip yang tersimpan rapi. Aku mengalir saja, toh nantinya ketika blog membuahkan hasil dalam bentuk materi itu adalah hasil kerja keras dan keseriusan kita dalam menjaga kualitas tulisan kita dalam blog. Belakangan hobi ngeblog memang menjadi trend tersendiri, karena ngeblog bisa menghasilkan uang hingga puluhan juta.

Banyak orang berpikir ngeblog bisa menghasilkan uang, menurut mba heni apa yang seharusnya dilakukan oleh para blogger atau calon blogger mengenai hal ini?

Satu hal yang perlu diingat adalah ketika kita menulis dalam blog, maka jangan selalu dipikirkan soal uang yang akan kita dapatkan, tetapi pikirkannlah apakah blog kita tersebut dapat memberikan manfaat pada orang lain ketika mereka selesai membaca tulisan yang ada di blog kita


Minggu, 02 Oktober 2016

PUISI : Penyesalan



Penyesalan

Menuju rumahMu penuh cahaya
Seperti menemukan lautan ilmu tanpa batas
Meski aku mencoba mengumpulkan lautan tinta
Batang-batang pohon kujadikan pena
Tetap saja takkan mampu menuliskan semuanya

Menikmati 5 Tempat Wisata Di Bumi Laskar Pelangi



Menikmati 5 Tempat Wisata Di Bumi Laskar Pelangi

Sudut Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan
Setelah sebelumnya aku berkunjung dan menikmati pesona Pangkalpinang, dari Pangkalpinang perjalananku berlanjut menuju Bumi Laskar Pelangi. Yaitu Bangka Belitung. Tiap kali melakukan perjalanan dimana pun, kita selalu mempunyai cerita. Kali ini aku mendapatkan teman perjalanan sesama backpacker dua orang mahasiswa dari Bogor. Dua sahabat mahasiswa ini banyak membantuku dalam melakukan penjelajahan menuju wisata ke Belitung Timur dan Belitung Barat.

Memakan waktu sekitar 45 menit via udara antara Pangkalpinang menuju Tanjung Pandan. Nah, soal penerbangan ke Pangkal Pinang maupun ke Tanjung Pandan, sahabat traveler bisa cek tiket jadwal penerbangan di http://traveloka.com/lion-air

Rabu, 28 September 2016

PILKADA DKI : Pilih Anies Baswedan, Ahok, dan Agus Harimurti?

Lagi Heboh soal Pilkada Calon Gubernur DKI kalian pilih siapa? Berhubung saya bukan warga Jakarta, ya saya posting puisi lama saja.



Buang, Pilih dan Peduli

Di sudut istana di negeri ini, ada ruangan besar penampung segala
mungkin istana atau gedunggedung tua yang membaru diisi silih berganti
miniatur negeriku, Indonesia dunia mengenalnya
tempat aku, kau, dan semua nafas menghirup udara surga
kata nyanyian purba "tongkat kayu dan batu jadi tanaman"
menghias semua tanah di zamrud khatulistiwa
istimewa

Di lintang semangat yang membujur garis perjuangan
dari percikkan darah manusiamanusia pemberani negeri terbangun
menjadi sejarah paling panjang bila diceritakan
dan teramat perih bila mengingat kelam
sudahlah

Kini ketika perjalanan tiga ratus yang terbilang usai
semua kebebasan tak juga dirasakan puas
masih saja ada penjarapenjara pribumi
terpampang dan memasang diri Indonesia ini
adakah kalian tahu?


Dimana busuk itu meyerebak, menggoyahkan pilarpilar rumah Indonesia
memutarbalikkan makna dari serpihan kebenaran yang tersimpan
diantara puing-puing pilicin yang terus menyogok diri
dari orangorang licik memperkaya dan memperdaya

Tempat pembuangankah surgaku
ketika mata memandang tak seindah cahaya
kemana kaki melangkah demi kehendak nyata
bila semua sampah keburukan mengotori setiap beranda
di rumah kita

Pilihan manakah, bila semua yang dicerna adalah kotoran moral
dari sebagian petinggi memaksa melawan hukum demi kepentingan yang bermewah di setiap ruang yang tersedia
semua hadiah berlabel kegelapan, mungkin juga busuk menguap
pengadaan yang diadakan paksa
bukan hasil yang sempurna

Siapa yang penduli
menyentil jiwajiwa bersih
membersihkan tempat pembuangan
sebagai pilihan kan nyaman tanpa ada lagi tikustikus penggerogat nurani
di tempat paling surga
tanah pertiwiku : Indonesia

Mari buang semua penyalahgunaan wewenang di istana, gedung dan rumah kita
agar kita mampu memilih manusiamanusia pembangun negeri : pilih dengan nurani
Dan peduli dengan segala yang terjadi dengan menindak segala gratifikasi merajalela
yang terus merongrong bangsa satusatu
Tanpa korupsi

Menggala, 08032011



Senin, 26 September 2016

Cerita Pendek : Mimpi Melihat Api dan Asap

Mimpi Melihat Api dan Asap

Kau bermimpi melihat api dan asap, katamu dalam pesan pendek yang kuterima hari ini. Setelah kubertanya bagaimana kelanjutan hubungan kita. Aku tak mampu menafsirkan mimpimu. Mungkin perjodohan ini tidak berarti bagimu, tetapi tidak buatku. Aku menginginkan hubungan ini berlanjut hingga kepelaminan, walau kita dijodohkan.
***

Cerita Pendek : Arca Cinta

Arca Cinta

Aku ibarat Loro Jonggrang yang terpasung dalam bayangan Pangeran Bandung Bondowoso karena meski hatiku menolak cintanya tetapi tidak bisa dengan tegas mengatakan bahwa Loro Jongrang tak mencintai pangeran yang telah membunuh ayahnya. Tetapi ceritaku tidaklah lebih buruk seperti apa yang dialami oleh Loro Jonggrang. Ceritaku bermula ketika cinta yang kupupuk sedemikian rupa hancur dengan tiba-tiba seperti istana pasir yang megah tersapu air ombak. Tercerai.

Seri Motivasi : Pelangi Karya

Pelangi Karya

Suatu sore sehabis hujan, mungkin kita semua pernah melihat pelangi yang begitu indah penuh warna. Pelangi adalah gejala optik dan meteorologi yang menyebabkan spektrum dari cahaya yang (hampir) kontinyu untuk muncul di langit waktu matahari bersinar ke atas titik air hujan yang jatuh. Pembiasan cahaya yang ditimbulkan dari pelangi begitu indah banyak orang menyingkat untuk menyimpulkan warna pelangi mejikuhibiniu, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu. Rangkaian dari ketujuh warna yang dihasilkan merupakan gabungan yang sangat sempurna ketika alam bercerita. Mengapa saya sebut hal tersebut sebagai satu cerita yang menarik untuk tidak sekedar kita lihat melainkan bagaimana kita mendengar pesan dari cerita yang telah disampaikan oleh fenomena alam tersebut.

Seri Motivasi : Menjadi Matahari

MENJADI MATAHARI

Setiap diri kita pasti pernah melihat matahari dan merasakan hangat serta panasnya sinar matahari. Bahkan kita sering pula menunggu hari menjelang sore untuk melihat matahari terbenam kala senja. Seharian kita mampu menghabiskan waktu untuk bisa melihat senja yang begitu cantik menghantarkan kita pada peradaban malam yang gulita menuju mimpi-mimpi yang telah kita bangun secara tersruktur kala siang.

Begitu pun ketika kita bangun di pagi hari, kita selalu mempunyai harapan baru dan semangat baru sehangat kilau matahari pagi yang menyapa lembut dari rerimbun daun-daun akasia (mungkin) dan burung-burung yang berkicau merdu serta kupu-kupu yang memesona berterbangan kian kemari. Cerah bukan?. Dari dulu hingga sekarang matahari tak pernah lelah memberikan manfaatnya bagi kita bahkan semua mahluk yang ada di bumi. Matahari begitu dinantikan kedatangannya

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya para ilmuan sepakat mengatakan matahari terbentuk akibat terjadinya ledakan yang disebut sebagai big bang terjadi sekitar 14.000 juta tahun lalu. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama.

Begitu banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan adanya matahari, Energi pancaran matahari telah membuat bumi tetap hangat bagi kehidupan, membuat udara dan air di bumi bersirkulasi, tumbuhan bisa berfotosintesis sehingga kita bisa memanfaatkan berbagai macam jenis tanaman. Matahari juga merupakan sumber energi yang terbesar yang dapat kita peroleh darinya. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, tahun serta mengontrol planet lainnya serta masih banyak lagi manfaat yang dapat kita petik dari adanya matahari.

Pernahkah kita terbayang memposisikan diri kita sebagai matahari? atau mungkin kita bermimpi bisa menjadi matahari dengan segala manfaat yang ditimbulkan oleh matahari? sehingga dalam gerak langkah dalam hidup dan kehidupan kita sungguh sangat bermanfaat bagi kehidupan diri kita pribadi serta buat semua orang. Kita dapat melihat filosofi matahari sebagai pusat tata surya.

Matahari merupakan bintang terbesar dalam sisitem tata surya (sebagai pusat) sehingga mampu menarik (dengan gravitasi yang besar yang terdapat pada diri matahari) planet-planet disekitarnya, sehingga tercipta suatu keseimbangan yang sangat sempurna dalam sistem tata surya sampai detik ini. Apa yang bisa kita contoh dari matahari.

Dari sistem tarik menarik yang dilakukan oleh matahari untuk menarik planet disekitarnya dan meciptakan keseimbangan yang sempurna. Kita sebagai manusia pun bisa menjadi matahari dalam hal ini kita mampu menciptakan satu daya tarik menarik untuk bisa menciptakan hal yang bermanfaat untuk kita pribadi serta orang lain.

Kita bisa menciptakan sinar yang berkilau dari kepribadian kita sehangat serta sebermanfaat sinar yang diciptakan oleh matahari. Kita pun akan mampu menciptakan sebuah sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan oleh orang banyak. Kita sebagai mahluk yang diciptakan (satu-satunya) sempurna dalam arti kita mampu mencontoh apa pun dari apa yang kita lihat, rasakan serta kita resapi tak terkecuali (dalam hal ini) matahari yang diciptakan oleh sang pencipta sebagai pusat (yang mampu menarik planet yang memutari matahari) dalam tata surya.

Kita sebagai mahluk yang diciptakan oleh Allah SWT adalah mahluk yang paling sempurna, sehingga kita mampu meniru (mengambil manfaat) dari ciptaan Allah SWT yang lainnya. Dalam hal ini Muhammad SAW yang telah membuktikan bahwasanya beliau mampu menjadi matahari yang tetap bersinar sampai saat ini, bahkan sampai hari kiamat nanti.


Mari kita ciptakan niat terbaik yang bisa kita lakukan, membangun mimpi kita untuk bisa menjadi penerang dan berguna bagi orang lain selayaknya Matahari yang mampu memberikan segala manfaatnya untuk kita bahkan dunia. Memang tidak mudah untuk meraih itu semua, tetapi yakinlah segala sesuatu apabila kita bersungguh-sungguh maka Allah bersama kita.

Apa pun rintangan atau hambatan yang datang nantinya, apabila kita yakin bisa, maka segalanya bisa kita peroleh. Proses yang akan kita lalui mungkin akan sama dengan proses terciptanya Matahari. Tetapi dengan segala daya dan upaya yang terus menerus kita lakukan, maka kita sendiri akan menciptakan sebuah potensi besar dalam diri kita sendiri yang kelak akan berguna bagi orang lain.



Buah Doa Manis Rasanya

Buah Doa Manis Rasanya


Sejak divonis dokter mengidap penyakit TBC. Kontan kami sekeluarga terkejut, setelah mendengar penjelasan dari dr. Syaiful huda. Pasalnya sebelum emak memutuskan pergi ke dokter spesialis penyakit dalam, emak juga sudah berobat ke bebrapa dokter yang ada di Kotabumi. dr. Maya N Manan mengatakan, emak hanya batuk dan demam biasa beberapa hari kedepan pasti sembuh. Tapi setelah beberapa hari kesembuhan itu tak juga datang. Emak terserang penyakit typhus itu keterangan yang di dapat dari penjelasan Dr. Hj Maya Metisa. Semua larangan dan pantangan bagi orang yang mengidap penyakit typhus emak jalankan. Tetapi tak sampai disitu cobaan datang. Penyakit emak masih enggan berlalu. Tak habis ikhtiar, emak berobat ke Dr. Yudi Halim Po. Tapi sama seperti biasanya emak masih saja mengeluh sakit. Akhirnya emak menjalankan test darah, dahak dan rotgen yang disarankan oleh dr. Syaiful Huda. Hasil test dahak ditemukan kuman Mycobacterium Tuberculosis, emak positif TBC. Emak dianjurkan agar masuk rumah sakit.

Minggu, 25 September 2016

Puisi : Bejo dan Gadis Pelangi

Bejo dan Gadis Pelangi

Namaku Bejo
Aku lahir dari rahim seribu cinta
Diantara manisnya cahaya Rembulan
Yang menerpa tiap insan

Aku jatuh cinta
Pertama kali dengan gadis yang kusebut Pelangi
Suaranya lemah lembut
Matanya ibarat mutiara putih dasar samudra

“tahukah kamu Bejo? ketika aku berada di sisimu, hatiku begitu riang. Dendang asmara kita melagu pada nada paling indah dan mengalun, menusuk serta mengetuk jantungku agar terus berdetak dan memanggil namamu. Aku cinta, sebenar-benar cinta padamu”

Terus kubaca sepenggal sajak yang dikirim oleh gadis yang kusebut Pelangi
Tiba-tiba warna warni itu kian menghiasi hari-hariku
Terjalin padu, aku satu, kamu satu
Dalam ikatan suci cinta kita

Baiklah,
Namaku Bejo
Gadis Pelangi
Cinta pertamaku


Bandar Jaya, 27-12-12


Sabtu, 24 September 2016

Vredebrug, Benteng Perdamaian Yang Dingin

Vredeburg, Benteng Perdamaian Yang Dingin


Jogyakarta sebagai salah satu kota pusat pariwisata di Indonesia terus berbenah diri untuk bisa meningkatkan mutu pariwisatanya sehingga baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri terus berdatangan.  Salah satu ikon wisata sejarah yang ada di kota Jogyakarta adalah Museum Benteng Vredeburg.

Kamis, 22 September 2016

Puisi Lama Yandigsa



satu jiwa untuk dia (tentang gaza)

kusematkan seribu cahaya untuk engkau yang terkasih
biar terangnya menyelimutimu dalam damai-Nya
walau hujanan mesiu memerah di langit Gaza
kaulah pejuang tak terbantah

perang ini bukan akhir perjuangan
melainkan awal kemenangan
diantara jiwa-jiwa yang tergadai
demi surga yang di gapai

bangkit wahai jiwa pemberani
satukan jiwa untuk dia yang merana
di jalur ini teriakkan lantang membahana
"wahai Gaza kubebaskan engkau dari derita"

satu jiwa untuk dia
terangkum cahaya putih
berhamburan malaikat-malaikat rahmah
memungut jiwa-jiwa semerbak.

Kalianda, 27 Januari 2008

























Hadiah Langit

Telah tersemat di jari manis
sebuah cincin terbuat dari rembulan dan matahari
yang meleburkan diri dengan ikhlas
tanda sayang dan cinta mayapada

Dua puluh tujuh bintang berbinar indah
bertabur harap dari mimpi kelahiran setelah turun dari langit
dan ketika bermain, bercanda dengan malaikat di rahim bunda
lalu keputusan dijalankan demi kehidupan cinta dan penghasilan

Riuh rendah tepuk kepak sayap serta taburan bunga kesturi semerbak
ditaman khayal melepas segala resah yang membebani diri hingga menyatu dengan nyata
sinar ini telah pun menyebar dalam labirin hati yang gelap
hingga perjalanan ini tak lagi tertatih

Hari ini dua puluh tujuh kesaksian telah dijalankan
ketika tanda ini berbait suci dalam perut bunda
anggukan ini adalah rasa setuju dengan segala hal yang kan di hadapi di luar
perjalanan demi perjalanan terus berulang di waktu dua puluh tujuh

dua puluh tujuh bintang menghias cincin matahari dan rembulan
sebagai hadiah langit demi hari jadi ketika pertama kali suara
meneriakkan tangisan bahagia melihat cahaya
diiringi alunan adzan dan iqomah yang suci

anular ini cincin hadiah langit
dihari jadi dua puluh tujuh

By : Yandigsa
Bandar Lampung - Kalianda, 28 Januari 2009
Ulang Tahunku yg ke 27
















Sebutir Diri

Hari ini aku alpa atau lupa, aku tak tahu
kebaikan, kejahatan dalam diri atau pikiran yang aku kerjakan
berharap jadi sesuatu yang entah tak bisa aku bayangkan
menjadi indah atau merusak keindahan yang telah tercipta

aku ini sebutir diri yang melesat cepat
dari senjata kehidupan
hingga meledak dalam perut bumi dan menghujam
menjadi serpihan - serpihan yang pecah tak terbagi


aku ini sebutir diri dari ribuan kerikil kehidupan
yang tergabung dalam kelompok bernama manusia
baik, jahat, bahagia, sengsara dalam lingkungan
mengeja diri jadi hamba yang terpapaki

sebutir diri dalam resah berbalut harap
menunggu ledakan dahsyat merubah
menjadi bukit kehidupan menggapai segala
dari seribu keinginan yang meratap

Kalianda, 250209
By : Yandigsa

Rabu, 21 September 2016

Bali, Pulau Dewata Yang Mewah

Lampung, 20 Oktober 2012
Hipotermia Pagi
Bumi dengan sigap menjaring gerimis pagi ini. Akar-akar pohon lincah mencecap air langit. Sudah beberapa bulan kemarau meraja. Dan aku, pagi ini sudah siap menuju kota Bandar jaya, tempatku bekerja. Dengan terpaksa kususuri jalan beraspal yang telah basah dan sedikit licin dikarenakan gerimis belum juga reda. Aku mengendarai sepeda motorku dengan kecepatan sedang. Angin begitu dingin berhembus, rasanya jaket yang aku kenakan tidak mampu mengusir dingin.

Jumat, 09 September 2016

Aplikasi MyJNE, Permudah Pengiriman Barang



Aplikasi MyJNE, Permudah Pingiriman Barang

Awal perkenalan saya dengan JNE adalah keika saya menjalankan bisnis online shop, waktu itu saya sering menggunakan jasa pengiriman melalui JNE. Sampai petugas JNE yang ada di Kotabumi hapal dengan nama saya. Nah perjumpaan saya dengan JNE yang merupakan salah satu perusahaan ekspedisi terbesar di Hotel Horison Bandar Lampung, memberikan saya pengetahuan lebih dalam lagi mengenai JNE. Disini saya dan anggota Tapis Blogger dan beberapa kawan jurnalistik berkumpul saling sharing mengenai JNE. Perusahaan yang berdiri sejak tanggal 26 November 1990 ini memperkenalkan kepada kami sebuah layanan terbaru yaitu MyJNE.

Jumat, 02 September 2016

Pangkalpinang Penuh Pesona



Pangkal Pinang  Penuh Pesona
Bandara Depati Amir Bangka

Salah satu cara yang dapat seseorang lakukan untuk menghilangkan penat dari aktivitas yang menjemukkan adalah liburan. Berlibur dapat kita lakukan dengan melihat dan mengukur kemampuan kita. Kali ini aku berkesempatan untuk bisa menikmati #pesonapangkalpinang. Memakan waktu sekitar 1 jam menaiki pesawat antara Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Depati Amir, akhirnya bisa juga menghirup udara Kota Pangkalpinang yang sejuk, kebetulaan saat datang mendung menggantung di langit kota Pangkal Pinang.

Untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kota ini. Cuaca cerah. Keluar dari kawasan bandara, melewati beberapa orang yang menawari untuk naik taxi dan mereka siap mengantarkan penumpangnya kemana saja yang penumpang mau, tetapi dengan bayaran yang sesuai tentunya. Aku ingin berjalan keluar dari kawasan bandara, selang waktu lima menit berjalan kaki, kita bisa  dari menemukan Gapura Kota Pangkalpinang. Gapura tersebut seolah menyapa siapa saja yang datang berkunjung ke kota ini dengan mengucapkan “Selamat Datang Di Bumi Serumpun Sebalai”

Featured Post

HokBen Lampung Hadir Menambah Ragam Kuliner Di Provinsi Lampung

Berkesempatan menjadi saksi sejarah pembukaan HokBen Lampung yang pertama dan satu-satunya di Pulau Sumatera adalah menjadi salah sat...