STAY WITH US

Kamis, 10 Agustus 2017

Resensi Buku : Hujan, Kau Selalu Begitu

Menikmati Hujan Dalam Puisi




Secara sederhana, boleh dibilang setiap orang bisa menulis sebuah puisi. Kenapa saya sebut seperti itu? Karena puisi menurut saya bahasa hati yang kemudian bisa kita ucapkan, ceritakan dan kita tulis. Terlepas dari segala teori dari buku-buku tentang bagaimana cara menulis puisi yang baik dan benar, tetapi saya tetap menyarankan pembaca semua untuk tetap membaca yah.

Ide untuk menulis sebuah puisi bisa datang dari mana saja. Bisa dari pengalaman pribadi, cerita-cerita orang lain, melihat alam, pasar, kolong jembatan dll. Termasuk hujan kerap sekali menjadi sebuah ide brilian untuk menciptakan puisi yang indah dan multi tafsir. 

Banyak sekali penyair-penyair yang mampu menjadikan hujan sebagai bahan ide yang melimpah untuk dijadikan puisi. Misal Sapardi Djoko Damono yang sukses mencuri hujan untuk dijadikan bahan membuat puisi "Hujan Bulan Juni", bahkan sudah dijadikan sebuah novel setelah dikembangkan. Tak terkecuali penyair sekaligus pebisnis kuliner, Jauza Imani.

"Hujan selalu menghadirkan keindahan. Keindahan alunan dalam rintik yang berirama, keindahan suasana yang sejuk dan bersahaja, termasuk juga keindahan dalam kenangan". ujar Jauza Imani. Maka dai itu kumpulan puisi yang terinspirasi dari hujan ini diberi judul "Hujan, Kau Selalu Begitu"

Sepintas membaca judul bukunya yang khas aura feminim, kita akan menebak bahwa hujan dalam judul puisi tersebut seolah-olah hidup. Hujan bisa disimbolkan menjadi apa saja di tangan penyair. Penyair bisa memainkan emosi pembaca dari puisi yang diciptakannya.

Hujan, kau selalu begitu/meredakan amarah di puncak matahari/menghampiri kerinduan berbalut dedaunan/merangkul bahagia dalam keindahan/mengenangmu

Petikkan puisi diatas seolah-olah mengajak pembaca untuk ikut larut dalam sebuah kerinduan. Ibarat kemarau yang panjang merindukkan hujan datang. Begitu sahdu, begitu sendu. Jauza Imani seolah ingin memberitahukan kisahnya tentang orang tua, kekasih, anak, dan tentang sang pencipta kehidupan.

Membaca 35 puisi yang terangkum dalam buku kumpulan puisi berjudul "Hujan, Kau Selalu Begitu" ini, kita akan terbawa arus emosi dan imanjinasi yang teduh ditawarkan oleh penulis. Tetapi menurut saya terasa kurang dan terkesan terburu-buru disusun dalam sebuah buku. Seharusnya kita bisa menikmati keromatisan dan kemisteriusan hujan lebih lama dari sekedar kisah yang tersaji dalam buku ini. Kisah hujan akan menjadi sebuah catatan kerinduan seperti puisi yang berjudul catatan rindu, berikut petikkannya.

Akhirnya/kutuliskan juga senandung rindu ini untukmu/melalui irama rintik hujan dengan nada yang berlari/tinggi rendah lalu tinggi dan rendah kembali

Kumpulan puisi "Hujan, Kau Selalu Begitu" tidak saya temui kesalahan typo. Patut diacungi jempol untuk editornya. Menikmati buku setebal 40an halaman ini bisa sepeminuman kopi di kala hujan deras yang romantis dan kamu sedang merindukan seseorang. Tak salah bila sidang pembaca memasukkan daftar koleksi untuk bahan bacaan pribadi. Selamat membaca.

Keterangan Buku :

Judul Buku     : Hujan, Kau Selalu Begitu
Penulis            : Jauza Imani
Penerbit          : Gong Publishing
Terbit              : Maret 2017
ISBN              : 978 - 602 - 6434 - 94 - 1
Harga             : Rp. 25.000,-





5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Wahhh.. romantis yahh.. jadi pengen punya juga bukunya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hujan emang punya aura tersendiri ya mba hehhee

      Hapus
  3. Wah cuplikannya buat saya sendu sendiri. Apalagi baca resensinya pas lagi hujan. Makin sendu. Jadi pengen nyari bukunya :)

    icaannajmi.com

    BalasHapus