Minggu, 09 Maret 2014

Dua Cinta Dalam Hidupku


Dua Cinta Dalam Hidupku
@yandigsa82

Sebenarnya aku malu untuk menceritakan atau sekedar menuliskan cerita tentang cinta yang kualami. Bisa dibilang, mungkin aku adalah orang yang sama sekali tidak mengenal cinta. Bagiku cinta tak terbayang seperti apa rasa dan wujudnya. Bila banyak orang merasakan jatuh cinta sejak dari sekolah menengah pertama sampai dengan jenjang perguruan tinggi. Maka, aku tak pernah merasakannya. Kata pacaran hanya aku tahu dari cerita teman-temanku yang mempunyai pacar. Sedangkan ketika aku ditanya tentang pacaran, aku hanya terbengong harus berkata apa. aku ini JOTI alis jomblo sejati.


Lahir dari anak pertama dari dua saudara. Aku anak laki-laki satu-satunya. Sebenarnya aku sama seperti kebanyakkan orang. Seperti laki-laki normal lainnya, bila melihat perempuan yang aku suka, pasti ada rasa getar yang ritme-nya tak tentu dan juga detak jantung yang sama seperti kebanyakan orang yang jatuh cinta. Jantung berdebabar-debar. Tapi sungguh aku laki-laki pemalu atau lebih tepatnya aku orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri untuk menghadapi mahluk yang bernama perempuan. Peluh pasti merajai seluruh tubuhku ketika aku melihat perempuan yang aku suka. Bibir terkatup tak berbicara. Aku ingat sebuah lagu “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”. Ah malangnya aku. 

Usiaku 30 tahun sudah. Orang tua mulai khawatir dan bertanya-tanya. Kenapa anak bujangnya belum juga mengenalkan satu orang perempuan pun untuk menjadi menantu mereka. Aku seperti menelan pil pahit ketika orang tuaku bertanya kapan aku menikah. Sementara kedua adikku sudah menikah dan masing-masing sudah mempunyai anak. Orang tuaku juga pernah ngomong denganku, bahwa mereka juga ingin mempunyai cucu dari hasil pernikahanku kelak.

Aku berdoa dan memantapkan hati untuk mencari pendamping hidup. Ada beberapa teman yang menjadi mak comblang. Mereka mengenalkanku beberapa teman perempuannya. Aku menyambut niat baik tersebut. Aku tidak mau selamanya disebut bujang tua yang tak laku-laku. Saatnya aku fokus menata hatiku. Aku harus bisa membahagiakan diriku sendiri dan kedua orang tua. 

Dari beberapa perkenalan itu, hanya satu orang yang bisa membuat hatiku bergelora. Dia perempuan biasa yang baik hatinya. Bekerja sebagai guru di taman kanak-kanak. Suaranya lembut. Setelah berjalan selama dua tahun untuk mengenal sifat, karakter dan segala sesuatu pada diri masing-masing serta sudah paham tentang tingkah lakunya. Akhirnya aku menetapkan hati kepadanya. 

Masjid Baiturrohman dan seluruh yang hadir jadi saksi saat upacara sakral itu terjadi pada tanggal 23 Desember 2012. Suasana haru meliputi hadirin ketika aku berhasil mengucapkan ijab Kabul. Cintaku kini telah berlabuh. Hidupku berlagu nada cinta yang syahdu. 

Kebahagianku kembali mekar tatkala pada tanggal 01 Oktober 2013 buah cinta kami hadir. Meski lahir premature yaitu usia 8 Bulan 7 Hari, tetapi bayi kami sehat. Aku menangis mendapatkan kebahagian yang tak terkira ini. Dalam hidupku saat ini ada dua cinta yaitu istri dan anakku. 

0 komentar:

Posting Komentar