Sabtu, 15 Februari 2014

YANG TERHEBAT



YANG TERHEBAT
@yandigsa82
Pernat terpikir olehku, seandainya aku hidup tanpa seorang ibu. Tidak terbayang rasanya. Pasti aku tidak akan pernah merasakan dekapan hangat, kasih sayang, cinta dan pengorbanan yang begitu besar dari seorang ibu. Mungkin masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung aku. Bisa jadi mereka tidak mempunyai seorang ibu. Untunglah sampai dengan saat ini aku masih mempunyai seorang ibu yang begitu tulus memberikan segala yang beliau miliki. Aku memanggil wanita mulia itu “Emak”.


Aku sayang Emak, meskipun terkadang aku tidak sepenuhnya bisa untuk menunjukkan rasa sayangku itu. Karena, bagiku apa yang aku lakukan belumlah bisa membalas semua pengorbanannya. Aku masih terus berusaha sekuat mungkin untuk bisa membahagiakannya. Bagaimana memenuhi keinginan Emak utuk bisa menjadi anak yang baik. Emak dengan segala kerendahan hatinya selalu memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. Hidup dengan kondisi ekonomi yang biasa-biasa saja tidak menjadikan Emak perempuan yang lemah. Emak membantu memenuhi keuangan keluarga dengan berdagang. Semua itu emak lakukan demi anak-anaknya, tanpa lelah.

Pernah aku sakit selama berada di rantau. Sakitku tidak akan pernah sembuh meski sudah beberapa kali berobat ke dokter. Dimana pun aku berada, bila sakit, entah mengapa aku harus pulang dan bertemu dengan Emak. Melihat senyum tulusnya merawatku yang sedang sakit adalah sugesti dan obat paling mujarab. Tiap kali tangan Emak membelai kepalaku, rasanya ada kesejukkan yang tak bisa dilukiskan oleh apa pun. Sudah bisa dipastikan, aku pasti akan cepat sembuh. Bagiku Emak adalah segalanya. Pelepas rindu.

Ya Allah, bila aku boleh meminta, aku ingin Engkau memberikan kesehatan tak hingga buat Emakku. Jangan Engkau menjemputnya untuk menghuni surga-Mu terlebih dahulu sebelum aku benar-benar bisa membalas semua jasa dan pengorbanannya. Ijinkan aku bisa membahagiakan Emak, seperti dahulu beliau selalu memberikan kebahagiaan kepadaku.
Emak, aku yakin, aku pernah membuat Emak kesal, marah atau bahkan aku pernah membuat airmata Emak tak terbendung lagi karena tingkah lakuku. Emak pasti menangis bila melihat kelakuanku yang tidak sesuai dengan apa yang Emak ajarkan padaku. Meski pun begitu, aku yakin Emak menganggap semua itu adalah anugerah terindah dalam hidupnya. Ah Emak tidak pernah mengeluh tentang semua perbuatan anak-anaknya. Emak, aku sayang dan cinta padamu karena Allah.
Emak, aku berjanji pada diriku sendiri, akan kubuktikan bahwa kelak aku bisa membahagiakanmu. Aku sadar mungkin selama ini, aku belum bisa memberikan yang terbaik. Tetapi dengan doa tulus dari Emak semua akan terjawab, aku ingin kelak Emak tersenyum bahagia melihat keberhasilan anakmu. Emak, tahukah engkau bahwa aku sering kali memikirkan dan memimpikanmu. Betapa tak berguna dan sedihnya aku bila tak bisa memberikan yang terbaik padamu. Aku berharap kehidupan kita semakin membaik di dunia dan juga di akhirat. Baktiku padamu.
“Emak, seandainya Matahari tak lagi menyinari dunia, aku berharap sinarmu tak pernah pudar untukku. Selamanya”.

0 komentar:

Posting Komentar