Senin, 10 Desember 2012

Seri Percakapan BBM : Misteri Kembang Arum



Desember tahun ini adalah tahun suka cita seluruh Katak yang ada. Mulai dari Katak hijau sampai dengan Katak bangkong yang segede anak anjing. Hanya satu Katak yang bersedih, yaitu Pangeran Katak. Sebab dia tidak bisa dicium oleh seorang gadis yang mencintainya dengan tulus. Hujan tanpa spasi yang membuat gadis itu enggan keluar menemui Pangeran Katak. Alhasil si pangeran nangis seharian lebih deras dari musim hujan. Menangisi nasib malangnya harus jadi hewan reptil selamanya, nah sedangkan aku menangisi kenapa yah si gadis cantik itu gak mau datang ke rumahku, padahal seikat Tulip dari Turki sudah aku siapkan buatnya. Hahahahha. Lebay.


Weekend berteman hujan siang seperti ini enaknya tidur. Tapi sialnya mataku sedikit pun enggan terpejam. Buka laptop malas, buka baju malahan meski hujan. Pilihan terakhir ya buka bb dan melihat recent updates. Status semua temanku hampir sama, yaitu hujan. Sampai BB-ku juga basah kebocoran air hujan. Sedangkan aku memajang batik yang hendak di jual dengan status “suka dengan batik ini, PM!!!”. Hujan sepertinya membawa berkah, aku kebanjiran pesanan. Bakal basah kantongku.

Nah selain kebanjiran pesanan, aku pun kebanjiran curcol temanku yang dulu kostannya sampingan dengan kostanku di daerah Yukum Jaya, Lampung Tengah. Si Pram. Lagi-lagi catatan ini harus berisi nama ini anak, kenapa coba harus dia yang curhat?. Hadeh. Tetapi sebagai teman yang baik, akhirnya pun aku membalas semua bbm curhatannya tentang kostan yang lama. Dia mau pindah ke tempat yang baru, sebab yang lama susah bila hendak memasukkan motor. Alhasil katanya dia terjatuh dan terseleo setelah mendiami kamar yang pernah aku sewa selama kurang lebih delapan bulan. Yah kamar kost yang kusewa itu memang lantai pintu masuknya tinggi, hingga agak susah bila hendak memasukkan motor kedalam, aku pernah keluar keringat segede jagung sampai keringat ke pantat-pantat saking susahnya. Hadeh. Makanya kapok tinggal disana. Satu hal lagi yang paling parah dan menyebalkan buatku adalah kostan itu berhantu. Syeremmmmm kawan. Merinding bombay gak pakai capcai deh.

Dari pembicaraan panjang kali lebar kali tinggi yang aku lakukan via bbm dengan si Pram, semua referensi yang kuberikan mengenai kamar sewaan dari harga yang sebulan tiga ratus ribu hingga delapan ratus ribu, semua tidak ada yang mencapai kesepakatan untuknya pindah dari kostan lama keparat itu. Mulutku sudah berbusa-busa  menjelaskan semuanya. Tapi nihil. Akhirnya dengan sedikit melupakan kekecewaan penjelasanku tadi, aku beranikan diri bertanya padanya tentang mahluk gaib yang ada di kamar tersebut.

Aku : Pernah ketemu anak kecil penunggu kamar itu gak Pram?

Songongnya ini anak malah membalas bbm-ku dengan mengatakan bahwa anak kecil itu sudah di jitak kepalanya dan dia membalas dengan ikon terbahak-bahak. Sambil menunggu balasan selanjutnya, sesekali aku tetap membalas teman-teman lain yang bertanya tentang harga batik yang aku jual.

Pram : Rupanya dia jongkok di pojokkan belakang ruangan sempit itu bro. Ruang itukan tempat sholat. Kurang ajarnya tuh anak, dia ngasih gue nomor buntut alias nomor togel 10.
Sejenak pikiranku melayang, membayangkan kembali ruang itu. Benar disitu ada ruang kecil. Dulu ketika aku masih disana, ruangan itu aku jadikan tempat rak sepatu, bak pakaian kotor dan agak di pinggirnya aku letakkan meja dispenser.

Aku : Masa sih ngasih nomor? Koq bisa? Emang dia ngomong sama lu?

Sederet pertanyaan yang kulontarkan padanya, karena jujur aku tidak bisa mempercayai begitu saja kata-katanya. Kuulangi pertanyaanku

Aku : Ah bohong saja, emang dia nunjukin diri Pram?

Pram : Dia jongkok di pojok ruangan sempit itu sambil menulis menggunakan jarinya angka 10. Gue gak tergoda buat memasang nomor itu, tapi beberapa hari setelahnya nomor itu beneran keluar. Nyesel dah gue gak jadi kaya hahahahahaha

Aku : Ketika dia nunjukkan diri di hadapan gue, dia langsung minggat hahahahaha

Sejujurnya gak begitu ceritanya. Malam itu seperti biasa, ketika hendak tidur yang kulakukan adalah mematikan lampu kamar. Aku terbiasa tidur dengan ruangan yang redup cahayanya. Tengah malam yang begitu larut, aku terbangun. Aku rasakan tengukku dingin seperti ada orang yang sengaja meniupkannya. Aku refleks membalikkan badan. Demi tuhan pada saat itu mungkin wajahku pucat dalam gelap. Keringat dingin bercucuran. Aku sedikit gemetar, tetapi semua badanku tidak bisa digerakkan. Segala doa suci kulafadzkan dalam hati. Di hadapanku, aku melihat satu sosok kecil hitam mengenakan celana pendek tanpa memakai baju. Matanya merah. Dia berdiri tepat di atas tempat tidurku. Seketika itu juga aku memejamkan mata tanpa berani melihat lagi. Lama setelahnya aku seperti orang pingsan.

Pram : Hiiiiii lu sihhhh....., makanya buat sholat tempatmu. Lu liatnya dimana? Lu gak bersahabat dengan anak kecil sih hahahahah

Aku : Enak aja, sholat terus tau. Dia main-main di kamar gue.

Pram mulai menceritakan awal mula kejadiannya sampai dia bisa bertemu anak kecil tersebut.

Pram : Kaenya rumah anak itu di pojokkan ruangan sempit itu. Waktu itu gue tertidur dan kelupaan melakukan sholat Isya. Terbangunlah gue malam-malam, apesnya gue pas hendak wudhu, di pertengahan sudah ada anak jongkok celana pendek, banyak korengnya, sambil menulis angka 10. Gue cuekin dia, setelah sholat Isya anak itu sudah menghilang.

Artinya kejadian yang pernah kualami waktu itu terjawab sudah. Itu bukan mimpi atau khayalanku saja. Dari enak kamar kostan yang sejajar berderet-deret. Kamar nomor satu pernah melihat kuntilanak, ketika itu menurut Rina penghuni kamar kost nomor satu. Tengah malam ketika dia hendak minum, dia melihat kuntilanak itu di ruang tamu. Kamar kedua dari kostan itu kebetulan diisi oleh pasangan muda yang telah menikah dan istrinya sedang hamil muda, tengah malam dia mendengar suara isak tangis bayi yang memilukan. Serem dahhhh, tepok jidat dalam-dalam.

Aku : Gue penasaran sebenarnya anak kecil itu siapa yah?

Pram : Gak tau bro, besok gue tanyain yah. Ikon togue menyebar.

Aku balik menjulurkan lidah dalam jawaban bbm-ku “Emang mudah gitu nemuin mahluk halus?”

Pram : Hahahaha, kostan lu yang sekarang gimana?

Dengan takut-takut, ketimbang timbul pernyataan baru dan lagu oppha gangname style menggema atau si Sule koprol habis-habisan sambil bilang wow dan Syahrini cetarrrr banget (inget semuanya gak ada hubungannya kan hahahaha) aku bilang saja kostanku yang baru ini aman dan bebas (sebenarnya gak juga sih).

Pram : Sini gue tantangin lu buat kenalan sama temen lu dikostan, mau? Semua tempat pasti ada, kalau mau kenalan ya nanti gue kenalin. Lu rasain aja kehadirannya, nanti gue yang komunikasi (ini ciyuz loh).

Entah dari mana datangnya, tiba-tiba suara lolongan Srigala seperti bersahut-sahutan di telingaku, dekat sekali. Padahal di luar hujan tanpa spasi masih saja terjadi. Apakah suara hujan bisa menirukan suara binatang tertentu ketika begitu derasnya hujan turun?. Dan aku dengan sok berani membalas bbm pram dengan “Boleh, Kapan?”

Pram : Hmmm kalau dia terus niat iseng dengan lu, janji yah jangan nyalahin gue dan janji juga setelahnya jangan pernah cerita soal kejadian itu. Anggap lu gak pernah mengalami kejadian itu dalam hidup lu dan jangan menyesal.

CETTTTAAARRRRR MEMBAHANA BADAIIII HALILINTAR...........

Aku seperti mendengar penjelasan seorang dukun yang memberikan perintah dan aba-aba pada sekelompok remaja tolol yang mencari malapetakanya sendiri dengan menurutin semua anjurannya dan lantas memainkan jelangkung dengan satu ucapan yang menurutku juga konyol “Jelangkung yuk ikut pesta, lu dateng sendiri, pulang juga sendiri” “Gue males ngantirin lu pulang” dan selanjutnya jelas si Jelangkung pasti marahlah merasa dipermainkan. Ya gak. Hahahahhaha gilanya lagi tuh remaja konyol pada mati ketakutan, nah yang nontonnya ikutan tolol hahahahah.

Aku : Ya bilang lah sama dia gak usah mengganggu. Jadi inget slogan Lu, Gue, End.

Pram : Deal or no deal bro? Lumayan buat referensi tulisan lu kalau mau buat cerita horor. Hahahaha.

Dengan becanda dan tentunya tertawa terbahak-bahak dengan ucapan deal or no dealnya itu ngingetin Tantowi Yahya yang ada di hadapanku, akhirnya aku ngasih jawaban ngasal “Deal”

Pram : Oke, siapin aja minyak wangi yang baunya bunga, boleh bunga apa saja.

Aku : Bunga bank bisa gak hahahahaha

Pram : Lalu siapin juga ayam bakar dua potong, bagian sayap dan paha.

Aku : Yeeee itu mah lu yang makan............ hadehhhhhh

Pram : iya mas, dengan nyengir kuda. Minyak wanginya aja bro. Biasanya gue jadi laperrr buru begituannn.

Aku : hahahahah lu mah doyan makan gendutttt bukan laperr. Bisa gak sih tanpa minyak wangi dan segala sesuatu sajen. Lu dah kae dukun.

Pram : Aseeeemmmm kuwi yo. Bisa aja, tapi mungkin agak susah

Dengan becanda dan berusaha mempercayainya bahwa dia emang salah satu orang yang mungkin diberi kelebihan untuk bisa berinteraksi dengan mahluk gaib, kubalas bbm-nya “Apa perlu gue kirimin teman kamar gue ini ke kostan lu Pram?”

Pram : Gue dah banyak pengikutnya bro. Hahahahah

Aku : Biar tambah banyak.

Pram : Gak usah repot-repot

Aku : Disini ada cewek namanya Kembang Arum

Mungkin si Pram marah atau kesal denganku yang seolah-olah meragukan kemampuannya untuk bisa mendatangkan mahluk gaib dan bisa berbicara dengan mereka. Dia langsung membalas bbm-ku dengan pernyataan yang membuatku merasa bersalah dan tidak enak dengannya. Jangan menyepelekan kemampuan gue, mungkin seperti itu ucapannya kepadaku. Bahkan bila dia bisa membuktikannya denganku, maka dia meminta semacam reward atas prestasinya tersebut. Sebenarnya aku hendak cerita soal mimpiku.

***
Taman itu begitu indah. Rumputnya hijau rapi terawat. Bunga-bunga bermekaran. Aku begitu takjub melihatnya. Aku serasa berada di taman-taman kerajaaan dari negeri antah berantah. Udaranya begitu sejuk dan segar. Hanya satu keanehan di taman ini, di tengah-tengahnya terdapat sumur tanpa dua tiang penyanggah persis seperti sumur yang ada di kostanku yang baru. Ketika aku sedang asik dan terpesona dengan apa yang sedang aku saksikan, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyapaku.

“Sedang apa kamu di kediamanku?”

Aku menoleh kebelakang. Saat ini di hadapanku berdiri seorang gadis yang luar biasa cantiknya. Wajahnya berbentuk oval sempurna, matanya hitam dengan lingkaran putih yang memikat. Rambutnya hitam lurus dan tergerai hingga bahu. Sesekali rambut itu diterbangkan angin. Gadis ini mengenakan gaun biru langit yang di dadanya terdapat berbagai macam batu permata berwarna-warni membentuk seperti sebuah lambang yang aku tak tahu apa itu.

“Aku seperti tersesat dan saat ini aku sedang menikmati keindahan taman ini” jawabku tersedat masih terpesona dengan kecantikan wajahnya

Sebelum aku bertanya siapa dia dan tempat apa ini namanya, tiba-tiba tubuh gadis itu melayang secara perlahan hingga kakinya tak lagi menjejak di bumi. Dia terbang menuju arah sumur dan sebelum tubuhnya benar-benar tenggelam dalam dasar sumur, gadis itu berteriak lantang.

“Aku Kembang Arum penguasa tempat ini, jangan pernah merusak daerah kekuasaanku. Cepat PERGIIII!!!!!”

***
Kembali pada percakapan bbm antara aku dan Pram.

Aku : Sebenarnya disini ada juga, gue pernah dimimpiin. Dia adanya di sumur. Kalau lu kesini, lu bisa liat Pram warna air sumur itu hitam pekat. Tetapi anehnya bila kita timba airnya kepermukaan, warna airnya bening banget. Dan satu keanehan lainnya adalah terkadang ada bau bangkai yang menyengat tetapi bukan berasal dari air sumur tersebut.

Pram : Ah itu hanya dalam saja sumurnya

Aku : Gak dalam Pram, coz waktu kemarau yang lalu, dasar sumur itu kelihatan.

Setelah aku jelaskan panjang kali lebar kali tinggi, akhirnya untuk kesepakatan yang pertama tidak aku sanggupi. Tetapi aku ingin si pram melihat keanehan sumur yang ada di kostanku yang terbaru. Terlepas dari itu semua, aku hanya berpikir semua ada aturan dan takdirnya masing-masing. Di akhir pembicaarn via bbm ini malah si Pram memberikanku sebuah teka-teki, bahwa ada orang yang tersakiti hatinya oleh perkataanku yang menurut keterangannya mungkin kata-kataku itu hanya ucapan biasa saja, tetapi penyampaiannya tidak pada waktu yang tepat. Sialnya setelah aku tanya siapa kira-kira orang yang tidak sengaja aku sakiti tersebut. Tetapi Pram tidak menjelaskannya. Malah dengan tertawa dia berkata “Asemmmmm emang aku dukun?”


Tinggal aku yang terbengong-bengong sampai-sampai ada ayam tetangga mati secara mendadak setelah mengetahui bahwa aku melamun selama tiga jam perjalanan antara Bandar Jaya hingga Bakauheni. Ahhhhhh harusnya aku menyebrang lautan kali yah pemirsah. Benar-benar tidak nyambungkan akhirnya pemirsah. Well, enjoy it.

Bandar Jaya, 10122012

0 komentar:

Posting Komentar