Senin, 10 Desember 2012

Seri Percakapan BBM : Aku, Badri, dan Tikus Berjaket

Mati lampu. Diesel setelah diusahakan agar bisa hidup dan menjadi energi baru untuk menerangi kantor, malah gak bisa hidup. Entah security yang menghidupkan terlalu tolol atau mesin dieselnya yang ngambek tidak pada tempatnya ehhhh salah tidak pada waktunya. Pengap rasanya ruang bila dalam keadaan gelap. Otomatis AC pun mati. Senja mulai merayap pelan-pelan di langit. Ruangan ini tinggal dua orang tersisa. Aku dan salah satu seniorku. Semakin lama semakin tidak betah dibuat gelap. Ayam saja bila hari sudah mulai gelap pasti akan pulang, nah kalau ruangan gelap begini aku pun mengikuti cara ayam hendak pulang juga. Setali tiga uang, yang pasti bukan dapat hutang, seniorku juga punya keinginan dan rencana yang sama. Meski waktu belum menunjukkan jam pulang, tetapi pada akhirnya kami berdua sepakat untuk pulang lebih awal.



Meski senja hampir sempurna di langit sana, ternyata sore ini Matahari masih sombong dengan tetap memberikan cahaya panasnya ke bumi. Aku yang baru saja keluar dari ruangan, kulitku serasa tergigit genit oleh cahayanya. Barisan Bangau putih terbang rapi di atas langit, apa mungkin mereka sedang menari? Kenapa jadi mikirin Bangau yach. Yang pasti sebelum Bangau itu sampai di sarangnya, aku sudah harus sampai terlebih dahulu di istana sewaanku.

Istanaku kae kapal pecah. Baju kotor berantakan, meja berhamburan, tv di langit-langit rumah, gelas berterbangan. Nah ini episode lebay dan gila hehehehe. Ternyata daerah istanaku pun listrik padam. Sialan PLN. Untung bb-ku baterai-nya masih kenceng. Recent updates yang senang sekali kubaca. Status teman-temanku hari ini banyak sekali yang mengutuki PLN sebab lampu padam. Sambil rebahan, sedikit meluruskan badan. Bb-ku berbunyi cetarrrrr sesuatu, hadehhhh tepok jidat.

Badri : Yan, jaket lu ketinggalan di kursi

Aku : Oh iya yah. Dah hidup belum lampunya bang

Paling juga Bang Badri merutukiku, ditanya lain jawabannya lain. Persetan dengan kelainan, aku masih berpikir bagaimana caranya si Pungguk bisa bertemu bulan, agar rindunya terobati. Hahahahah

Badri : Belum

Aku : Biarin ajalah bang jaket gue di kursi. Gak bakal ada yang ngambil pun.

Kebiasanku adalah pelupa. Ada saja barang yang tertinggal. Pernah suatu hari ketika pulang kebingungan mencari kunci kesana kemari, sampai aku obrak-abrik meja kantor tetap juga tuh kunci gak ketemu. Ternyata eh ternyata si kunci dah ada di lubang gagang pintu. Entah setan mana yang masang tuh kunci disana. Pernah juga tiba-tiba aku lupa, hatiku hilang entah kemana. Nah usut punya usut ternyata hatiku dicuri orang. Perempuan bermata sipit, bersenyum sabit rembulanlah ternyata pelakunya. Ketika berpapasan di jalan tepat di depan kantorku aku bertemu dengannya. Hahahaha.

Badri : Tikus tadi sudah pada rebutan Yan, untung gue lerai.

Nah ini yang paling konyol, coba kalian selidiki, tikus mana di dunia ini yang sibuk merbutkan sebuah jaket?. Sejak kapan tikus suka jaket? Apa mereka tikus kutub utara atau kutub selatan yang kedinginan dan membutuhkan jaket?. Yang aku tahu dan sering aku temui di televisi, majalah, koran atau media pemberitaan yang lain, ya tikus berdasi yang dengan bangganya disebut Poli(tikus). Kalau tikus yang satu ini mah jangan ditanya, jangankan jaket, apa pun yang menurut mereka bermanfaat bagi dirinya dan mungkin orang-orang di sekelilingnya bermanfaat pasti digasak habis tak tersisa. Di negeri yang di juluki surganya dunia ini banyak sekali tikus berjaket perlente. Bahkan baru-baru ini satu tikus yang berasal dari bagian olah raga, atlet atau apa pun itu namanya sebab aku tak perduli, tertangkap. Tikus satu ini berasal dari keluarga klan Malacengeng eh salah Malarangeng. Aku juga pernah membaca status teman di akun jejaring sosial seperti ini "Kayaknya pejabat-pejabat (artinya menurutku adalah tikus-tikus) yang berkumis lebat jelang akhir tahun ini pada apes semua, terlengserkan. Seperti FB dan AM. Dan siapa lagi hayooo?"

Aku : Subhanallah, Tikus aja rebutan. Harusnya lu banggalah bang, bisa mendapatkan     jaket gue dari para tikus itu. Nyengir kuda hehehehe.

Makin ngakak dibuat cerita Bang Badri setelah dia balas bbm-ku dengan “Gue dah salto dan koprol Yan saking bangganya”. Gak kebayang ngeliatnya dan mendengar dia harus ngucapin kata “Wow” berkali-kali persis iklan salah satu provider kartu telekomunikasi. Cerita ini gak bakal seru kalau gak di lanjutin.

Aku : Tapi hati-hati bang, sumpah. Di pergelangan jaket gue ada dua tapak dewa.
          Yang pertama Tapak Dewa Menghancurkan Rembulan dan yang kedua Tapak
          Dewa Membelah Matahari. Hahahahaha (semua cerita tentang Tapak Dewa ini
          Silakan kalian baca cersil “Wiro Sableng”)


Sambil menunggu balasan bbm yang tidak seberapa itu dari seniorku di kantor, aku melihat status teman-teman yang lain. Ada yang membuat status galau, pamer foto kesana kemari, pamer harta kekayaan, pamer gigi berbehel tiap kali foto pasti bibirnya di lebar-selebarnya, ada yang pajang tiket nonton. Menurutku bbm ini ajang unjuk gigi atau unjuk kemaluan yah hahahahhahaha. Ada juga status yang marah-marah sampai semua kotoron diucapkan. Ada juga yang majang gambar porno ihhhhhh syerrreeuuummmm lebih serem dari pocong ngesot (sejak kapan coba pocong ngesot?). Ciyuzzz nieh mah.

Bandri : Busyettttt dah. Setan Ngompol di bawah panglong, paling juga bohong.

Semua tentang lelucon yang ada di cersil Wiro Sableng akhirnya keluar. Aku katatakan bahwa “Di kantong jaketnya ada 8 Melati penjelmaan dari 8 Pocong Menari”. Kebayang gak dengan kalian kalau pocong menari kae gimana?. Saking kesalnya Bang Badri denganku, dia hanya membalas bbm-ku dengan singkat padat dan jelas sekali.

Badri : Berobat Yan

Di peraduanku yang empuk, aku sakit perut menahan tawa. Sedangkan seniorku disana, sakit kepala menahan amarah yang kadung terjadi hanya gara-gara tikus yang merebutkan jaketku. Jelas sudah tuch para tikus dimana-mana senang dengan hal yang baru, sebab jaketku emang masih baru. Hahahaha.

Bandar Jaya, 07122012

0 komentar:

Posting Komentar